11212017Headline:

Ambang Batas Kualitas Air

PusatKoi.comSeringkali orang berkata bahwa kualitas air di kolamnya sangat bagus. Sebetulnya bagaimana ambang batas dari parameter kualitas air yang dapat diterima?

pH :
Umumnya Koi bisa hidup dalam air yang rentang pH nya dijaga antara 6.5 sampai 8.5. Ini adalah kisaran  yang besar untuk pH, tetapi nyatanya Koi akan cepat beradaptasi dengan pH bila masih dalam rentangnya. Namun yang lebih penting dari sekedar nilai aktual pH adalah stabilitas pH itu sendiri. Variasi siang dan malam pada titik terekstrimnya sebesar 0.3 poin pH harus dipertimbangkan sebagai maksimum yang perlu dijaga. Ada pendapat yang mengatakan bahwa fluktuasi pH dengan perbedaan signifikan dari pagi hingga sore adalah “normal” dan “sehat”. Ini jelas tidak benar. Perbedaan fluktuasi yang signifikan umumnya menunjukkan tingkat karbonat rendah, aerasi tidak cukup, atau populasi terlampau banyak.

Carbonate Hardness atau Total Alkalinity (KH)
Sering juga disebut “kapasitas buffer”. Parameter ini sering diabaikan oleh lebih dari 90% penggemar koi. Pengukuran tingkat karbonat memberikan indikasi langsung karakteristik buffer air di kolam. Umumnya lebih banyak KH akan lebih baik. Koi mampu mentolerir rentang KH yang sangat lebar tetapi mereka cenderung stress oleh penurunan pH sebagai dampak penurunan KH  hingga di bawah 40ppm. Sebaiknya KH dijaga secara optimal antara 80 – 120ppm. Meski begitu Koi adalah hewan yang dapat mentolerir KH yang sangat tinggi (sampai 300 ppm) tanpa efek sakit. Bila KH diukur dan menujukan angka di bawah 40ppm, sebaiknya kita perlu memberi  perhatian khusus terhadap kolam kita karena pH crash akan mengintai.

General Hardness (GH)
GH adalah indikator mineral terlarut, terutama Kalsium dan Mangan. GH tidak memiliki efek buffer yang signifikan seperti halnya KH. Air yang kaya GH  akan dapat mengasimilasi kalsium dan membuat tulang Koi kuat. Dalam kondisi kolam digunakan agar burayak berkembang pesat, maka harus tersedia cukup Kalsium. Umumnya Koi menderita jika GH kurang dari 80ppm.

Ammonia
Amonia adalah senyawa sangat beracun yang dihasilkan Koi sebagai hasil dari pencernaan protein. Bila amonia terdeteksi dalam kolam lama, itu menunjukan suatu masalah dan perlu dicari penyebabnya. Fakta menunjukan Koi lebih banyak mati karena amonia dibandingkan faktor lain bahkan jika seluruh faktor digabungkan. Level amonia maksimum yang diijinkan adalah nol atau tidak terdeteksi.

Pada kolam baru atau yang tidak bersirkulasi sempurna, amonia akan hadir dalam jumlah signifikan sampai berkembang bakteri nitrifikasi dengan jumlah yang cukup di biofilter. Jumlah amonia yang dapat ditoleransi bergantung pada beberapa factor, yaitu:

  • pH. Kondisi pH yang lebih tinggi menyebabkan persentase racun ammonia lebih besar. Tetapi Ini tidak berarti bahwa kita harus membuat pH kolam rendah sebagai respon terhadap tingkat amonia tinggi. Koi yang sudah stress karena kadar ammonia tinngi pada umumnya tidak mampu bertoleransi terhadap perubahan pH signifikan.
  • Suhu.Suhu yang lebih tinggi cenderung meningkatkan efek racun amonia. Kenaikan suhu juga mengurangi kadar oksigen dan secara bersamaan meningkatkan kotoran hasil metabolisme.
  • Kadar Oksigen. Bila kita mampu mempertahankan kadar oksigen pada titik jenuh akan dapat mengimbangi efek dari amonia. Kadar oksigen rendah dikombinasikan dengan amonia di tingkat apapun akan membunuh Koi sekolam.
  • Kesehatan Umum.  Koi yang kuat dan sehat akan mentolerir kadar amonia yang meningkat signifikan, tetapi hanya untuk waktu yang singkat. Koi yang lemah, stres, atau membawa patogen (kutu, parasit, dll) tidak dapat mentolerir amonia sama sekali.

Nitrite
Nitrite adalah langkah fase berikut dalam proses biokonversi. Amonia akan diubah menjadi nitrite sebelum kemudian dikonversi menjadi nitrat. Nitrite sangat beracun. Sama seperti amonia, jumlah yang dapat diterima adalah dalam kondisi tidak terdeteksi atau nol.

Nitrate
Nitrat adalah produk akhir dari proses biokonversi. Dulu dianggap tidak berbahaya, tetapi studi terbaru menunjukkan nitrat malah mungkin jauh lebih beracun daripada yang selama ini diperkirakan. Kadar nitrate maksimum yang disarankan adalah 40ppm untuk Koi dewasa dan 10ppm untuk burayak. Tidak ada batas minimum tetapi nol adalah target yang paling baik.

Suhu
Koi bisa mentolerir suhu air dari 0 – 32oC, dengan catatan perubahan suhu terjadi secara perlahan dan cukup tersedia oksigen di kolam. Untuk pertumbuhan Koi optimum, suhu air sebaiknya berkisar antara 20 – 25oC. Pada suhu ini Koi akan menunjukan nafsu makan dan fungsi kekebalan yang baik. Suhu yang stabil dalam kisaran yang direkomendasikan jauh lebih penting. Koi yang secara rutin terekspose oleh fluktuasi suhu lebih dari 3oC per hari akan rentan terhadap serangan penyakit dan sering menunjukan gejala stres. Beberapa fakta menunjukan meski dengan perubahan sekitar 1.5oC, akan mempengaruhi pertumbuhan dan warna Koi.

Oksigen
Kadar oksigen terlarut lebih dari 6ppm amat diperlukan. Dibawah 6ppm terlalu berisiko stres atau rentan penyakit. Tetapi ada catatan menarik bahwa Koi yang sehat dapat mentolerir oksigen dalam jumlah 3ppm meski hanya untuk periode singkat. Meningkatkan kadar oksigen di kolam secara berlebih sangat sulit, malah akan lebih mudah menjaga kadar oksigen di titik jenuh. Yang paling sulit adalah menjaga saturasi berlebih di kolam

Carbon Dioxide
Karbon Dioksida (CO2) adalah produk sampingan dari respirasi normal Koi. Juga diproduksi oleh tanaman pada malam hari setelah selesai berfotosintesis. Koi membutuhkan air yang relatif bebas dari CO2 untuk kondisi kesehatan, pertumbuhan dan warna yang baik. Dalam kondisi ideal tingkat CO2 adalah nol, tetapi efek dari tanaman, karbonat, pH dan faktor aerasi akan membuat kondisi yang optimum adalah pada tingkat CO2 terukur. Khusus Koi sebaiknya tingkat CO2 dipertahankan di bawah 5ppm dengan batas bawah odeal  2ppm yang ideal. CO2 di atas 10ppm menyebabkan Koi lesu dan kehilangan nafsu makan. Di atas 50ppm, Koi akan berada dalam kondisi tidak sadar dan tidak dapat merespon rangsangan dari luar. Sebagian besar kolam (terutama yang banyak tanaman) CO2 cenderung melebihi 5ppm di malam hari.

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInDigg thisShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

What Next?

Related Articles

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.