09022014Headline:

Sel Pigmen Warna pada Ikan Koi

PusatKoi.com - T. Dimana sel pigmen Ikan Koi disimpan?

J. Sel pigmen ikan koi berada di kulit luar. Pigmen ini tersebar di sekitar epidermis yang menyelimuti sisik sehingga sisik yang tidak berwarna tampak seperti berwarna.

T. Apakah ada epidermis di atas dermis?

J. Ya, selain itu ada lapisan kulit lemak di bawah dermis.

T. Ada berapa macam sel pigmen yang dimiliki Ikan Koi?

J. Secara garis besar, pigmen pada ikan Koi digolongkan menjadi dua macam. Salah satu pigmen organis tersebut adalah karotenoid yang menciptakan pola merah dan disimpan dalam epidermis sementara jenis yang lain adalah melanin yang menciptakan pola hitam dan disimpan diantara sisik dan dermis.

T. Apakah karotenoid itu?

J. Ada sekitar 20 jenis karotenoid yang diketahuiada pada ikan, dan tiga diantaranya, yaitu lutein, zeaxanthin dan astaxanthin ditemukan pada ikan Koi.

T. Karakter seperti apa yang dimiliki lutein?

J. Lutein adalah pigmen organis yang merupakan komponen utama pada chlorella dan tumbuhan lain. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun ke-40 Era Showa, diketahui bahwa chlorella mempunyai kandungan lutein yang tinggi. Setelah itu, seorang peternak memberi tosai-tosainya dengan pakan yang mengandung chlorella, akibatnya pola hi pada tosai-tosai
tersebut berkembang. Hebatnya, salah satu ikan Koi ini terjual dengan harga US$2000 di tempat penjualan bernama Nishikigoi Kosha. Meski begitu, ketika memberi pakan ini pada ikan Koi dewasa, kulitnya berubah dari yang semula putih bersih menjadi kemerahan. Bukan ide yang baik untuk memberi terlalu banyak lutein karena akan merusak warna ikan koi, tetapi bila sistem metabolisma ikan Koi bekerja dengan baik, warna putih akan kembali lagi.

T. Sekarang banyak ditemukan pakan ikan Koi yang mengandung spirulina. Apakah spirulina digunakan sebagai pengganti chlorella?

J. Sejak terbukti bahwa spirulina yang diimpor dari Meksiko dan Afrika lebih efektif dibandingkan chlorella, alga biru mulai dibudidayakan di Jepang. Jelas sekali bahwa spirulina memberikan efek pada warna merah Koi, tetapi hingga saat ini alasannya belum diketahui.

T. Selain spirulina dan chlorella, apakah ada tumbuhan lain yang mengandung lutein?

J. Pada pertengahan tahun ke-30 Era Showa ketika orang-orang peternakan Koi di Echigo Tazawa, Niigata, sedang melakukan percobaan dalam pengembangan warna pada Ikan Koi, ikan Koi hanya diberi makan kubis yang mengandung lutein. Ternyata warna merah pada ikan Koi ini berkembang dengan baik. Pada saat itulah para peternak mengetahui kegunaan lutein dari Dr. Shuichi Hirao. Lutein juga ditemukan dalam semanggi dan daun lobak Jepang. Warna lutein adalah kuning seperti daun ginkgo di musim gugur.

T. Tumbuhan apa yang mengandung zeaxanthin?

J. Oscillatoria, fitoplankton yang mengandung banyak zeaxanthin tumbuh subur di air bersifat basa di mata air Isawa, Daerah administrasi Yamanashi. Alga hijau-biru seperti microcystis juga mengandung zeaxanthin. Warna hi ikan Koi yang dipelihara dalam kolam dimana terdapat alga biru-hijau dapat kembali baik.

T. Dari mana astaxanthin berasal?

J. Astaxanthin ditemukan dalam udang kecil dan cangkang kepiting. Warna dari daging ikan salmon disebabkan oleh kandungan astaxanthin. Tubuh ikan Koi menyerap astaxanthin sebagai sel pigmen. Sepertinya ketika organ hati tidak dapat memproses astaxanthin dalam makanan, sebagian sel pigmen akan muncul pada kulit ikan Koi. Tetapi sampai saat ini belum jelas bagaimana
fungsi ini bekerja.

Warna hi yang indah berasal dari genetik dan asupan nutrisi

T. Bagaimana bisa Kohaku memiliki warna hi terang, padahal mereka berasal dari Magoi?

J. Meski di masa lalu lempeng hi muncul secara kebetulan, saat ini Nishikigoi diberi masukan informasi genetik hi. Tetapi Nishikigoi tidak dapat menghasilkan karotenoid sendiri dalam tubuhnya sehingga mereka menyerapnya dari makanan untuk menjaga warna kulit. Karotenoid tidak hanya disimpan tetapi juga dirubah menjadi berbagai jenis karotenoid dalam proses metabolisme. Sebagai contoh, melalui pertukaran metabolis, zeaxanthin dirubah menjadi astaxanthin melalui beberapa tahapan.

T. Jadi, apakah warna hi Nishikigoi didapat dari kandungan peningkat warna pada makanan?

J. Sudah jelas bahwa hi adalah hasil dari makanan peningkat warna. Warna cemerlang ikan Koi akan menipis tanpa makanan yang mengandung karotenoid, kecuali di kolam tersebut tumbuh tumbuhan atau fitoplankton
yang mengandung karotenoid berkat adanya sinar matahari. Bahkan ikan Koi yang dipelihara dalam kolam indoor pun dapat menjaga pola hi-nya dengan pemberian pakan warna.

T. Apa komponen turun temurun yang berpengaruh pada warna hi ikan Koi?

J. Ketika Kohaku lahir, badannya berwarna merah dan pola mereka terbentuk seiring pertumbuhannya. Dalam sebuah percobaan, seekor Kohaku yang warna hi-nya hilang disilangkan dengan Koi putih, sebagian besar anakan yang dihasilkan kehilangan warna hinya dan menjadi ‘Shirobo’ atau Koi putih.

T. Bisa dipahami bahwa hi pada ikan Koi tampak indah dikarenakan makanan peningkat warna. Tetapi apakah Koi memiliki sifat bawaan sehingga mampu mempunyai warna merah yang indah?

J. Tidak ada dua Koi yang sama. Faktanya, makanan peningkat warna tidak memberikan pengaruh pada beberapa ikan Koi, sementara ada juga ikan Koi yang secara alami memiliki warna merah lebih cemerlang dibanding yang
lainnya. Warna ikan Koi tergantung pada gennya. Meski Orenji Ogon diberi astaxanthin, warnanya tidak akan berubah dari oranye menjadi merah seperti pada Hi Ogon.

T. Bagaimana mekanisme pigmen pengontrol?

J. Alasan adanya variasi hi pada Kohaku adalah gen yang menentukan tingkat pigmen. Pada akhirnya, warna akan ditentukan oleh jenis pigmen yang diwarisi dalam tubuh Koi. Harus diakui , makanan peningkat warna mempersempit batasan diantara perbedaan genetik.

Baca juga warna Melanin dan Guanin pada ikan koi

What Next?

Recent Articles

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.