11212017Headline:

Sumber Air Utama dan Air Dalam Kolam Lumpur

PusatKoi.com – Membahas sumber air utama dan air dalam kolam lumpur secara khusus kita membicarakan parameter – parameter kimia air seperti General Hardness (GH), Carbonate Hardness (KH), Total Disolved Solid (TDS) dan pH. Sumber air utama di Jepang memiliki GH sangat rendah, biasanya dibawah 50 ppm (2.8 dh). Begitu juga dengan KH (alkalinity atau bicarbonate hardness) yang pada umumnya berada pada tingkatan yang sama. Sementara kadar TDS di kebanyakan area berkisar pada angka 70 ppm. GH adalah parameter yang mengukur kadar positif kalsium dan magnesium, sedangkan KH mengukur kadar megatif unsur karbonat dan bikarbonat.

Air dalam banyak kolam lumpur di Jepang biasanya lebih soft daripada sumber air utamanya. Secara kasat mata, air bisa saja terlihat kotor tetapi itu disebabkan kandungan algae dan partikel – partikel kasar yang menyebabkan kekeruhan (turbidity). TDS di kolam lumpur biasanya berkisar antara 35 – 90 ppm, sudah termasuk GH, KH, kotoran ikan dan semua gas – gas seperti oksigen, karbon dioksida , dan lain – lain.

TDS di sekitar 35 ppm jelas menunjukan kadar GH dan KH yang rendah. Dalam kolam lumpur tidak terlalu masalah karena jumlah ikan relatif sedikit dibandingkan volume air sehingga tingkat keasaman yang dipengaruhi koi relative kecil. Oleh karena itu banyak kolam lumpur yang mempunyai tingkat pH sekitar 6.5 dengan kisaran umum 6.8 – 7.0. Kalau pH sudah mencapai 7.5 sudah dianggap berada pada batas atas skala aman.

Kadar kimia air dan pH tersebut menawarkan banyak keuntungan bagi pertumbuhan dan warna koi. Sel pigmen warna adalah sesuatu yang hidup sama seperti tumbuhan di taman. Menurut teori pada air dalam kondisi soft pigmen warna akan tumbuh dan  memberikan efek ketebalan dan sehat pada beni. Tapi ketika koi diangkat dan diletakan dalam air yang hard, sel pigmen menjadi rata/ flat. Ini membuat koi lebih merah untuk jangka pendek tetapi setelah itu sel pigmen mati dan beni menjadi tipis. Jika penangkar mempunyai harapan tinggi terhadap koi tersebut, dia akan mencoba mencegah beni finished sampai tumbuh besar. Koi yang belum finished akan kelihatan muda dan keindahannya berlangsung lebih lama.

KESIMPULAN

Koi dibesarkan di Jepang pada air soft dengan pH ideal 7-7.5, TDS dan KH rendah. Jika koleksi koi hanya sebagai peliharaan yang sudah dipelihara lama dan tidak mengharapkan menjadi jumbo maka kita bisa memelihara dengan cara seadanya. Tetapi bila kita memelihara koleksi koi show quality, dibutuhkan dana yang besar dan cara pemeliharaan yang sesuai untuk menjaga atau meningkatkan kualitasnya. Untuk membuat penangkar kagum kita perlu mengevaluasi ulang cara berpikir kita dalam membesarkan koi. Obsesi saya sendiri selain membuat penangkar terkagum juga bagaimana agar koi bisa tumbuh sesuai potensi maksimalnya. Koi juara yang bertambah besar dan lebih baik kualitasnya tidak bisa dipelihara dengan cara lain yang lebih sederhana .

It's only fair to share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInDigg thisShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

What Next?

Recent Articles

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.